Assalamualaikum Wr Wb.
Hai Para sahabat semua,tahukah anda betapa bahaya sisa air kencing atau percikan air kencing kita itu sangat membahayakan kita nantinya???
Dalam Islam, Air seni atau air kencing (manusia)
itu adalah najis, dan apabila tubuh,pakaian atau suatu tempat terkena
air seni maka hukumnya adalah wajib untuk mensucikan tubuh, pakaian
tempat yang mengenainya baik itu tubuh, pakaian, wadah, tanah, atau
selainnya.
Selain kewajiban untuk mensucikan hadits dari air kencing manusia,
terdapat perkara yang lebih mejadi fokus perhatian kita yaitu
akibat-akibat, ancaman, dosa, serta siksaan yang dapat diterima kepada
seseorang karena tidak menjaga,, menyepelekan bersuci dari percikan air seni atau air kencing.
Apa saja akibat, ancaman, dosa, serta siksa bagi mereka yang tidak bersuci dari najis percikan air seni atau air kencing?
Berikut ini adalah beberapa dalil baik dari al-Qur’an dan dalil hadits Nabi Muhammad saw.
yang menerangkan berbagai macam ancaman, akibat-akibat yang diterima,
dosa, serta siksa bagi mereka yang menyepelekan dan tidak menjaga diri
dari kebersihan atau bersuci najis air kencing
Mendapat Siksa atau adzab di alam kubur
Dalil hadits Nabi saw. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata:
suatu hari Nabi saw. berjalan melewati dua buah kuburan, kemudian beliau
Nabi berkata:
إنّهما ليعذّبان وما يعذّبان في كبير أمّا أحدهما فكان يمشي بالنّميمة وأما الأخر فكان لا يستبرئ من البول
Artinya: kedua penghuni kuburan ini sedang diadzab. Mereka disiksa bukan
karena telah mengerjakan dosa besar, yang seorang suka mengadu domba
kesana-kemari, sedangkan yang satunya lagi tidak menjaga diri dengan
seksama terhadap air seni. (Hadits Shahih., HR. Al-bukhari, Muslim, Abu
Dawud, An-Nasa’I, Ibnu Majah dan Ahmad dari Ibnu Abbas)
Juga dalil Hadits Nabi Muhammad saw. beliau bersabda yang artinya:
jagalah diri dengan seksama terhadap air seni, sesungguhnya kebanyakan
adzab kubur itu disebabkan olehnya. (Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthnr
dari Abu Hurairah, lbnu Abi Syaibah, lbnu Majah, Ad-Daruquthni Al-Ajum
dalam Asy-Syari'ah, dan Al-Hakim. Dan diriwayatkan oleh Ahmad, Adz
Dzahabi dan Al-Albani)
Shalat yang tidak sah
Hal yang sudah bukan rahasia umum lagi bagi kita kaum Muslim, bahwa
seseorang yang tidak dapat menjaga diri, tubuh, dan pakaiannya dari air
kencing atau seni maka shalatnya tidak sah dan tidak diterima karena
tidak terbebas dari najis atau hadats.
Menjadi penghuni neraka dan menambah beban siksa penghuni neraka lainnya
Diriwayatkan Al-Hafizh Abu Nu’aim dalam kitab Hilyatul Auliya’
meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah saw, bersabda: Empat kelompok
penghuni neraka yang akan mengganggu para penghuni neraka lainnya
dikarenakan siksaan yang mereka terima. Mereka beringsut di antara hamim
(cairan panas mendidih) dan jahim (nyala api yang berkobar-kobar),
sembari berteriak-teriak mengeluarkan sumpah serapah. Para penghuni
neraka lainnya saling bertanya kepada sesama mereka. Kenapa mereka itu
mengganggu kita yang menambah beban siksaan kita saja. Keempat orang
itu, yang pertama seseorang di atas kepalanya terdapat peti bara api,
kedua seorang yang berjalan sambil menyeret ususnya, ketiga seorang yang
mengalir nanah dan darah dari mulut mereka. Dan keempat, seorang yang
memakan daging tubuh mereka sendiri.
Rasulullah saw. melanjutkan, para penghuni neraka akan bertanya-tanya
tentang orang yang memikul peti bara api di atas kepalanya. Mengapa
orang jahat itu mengganggu kita yang hanya menambah beban hukuman saja?
pertanyaan ini dijawab: orang jahat itu mati sambil membawa beban harta
manusia di lehernya. Lalu mereka akan menanyakan tentang orang yang
berjalan sembari menyeret usus mereka. Mengapa orang jahat itu
mengganggu kita yang hanya menambah beban hukuman saja? pertanyaan ini
dijawab: orang jahat itu adalah orang yang tidak mempedulikan dimana air
seninya mengenai (badan atau pakaiannya) dan tidak menyucinya. Kemudian
mereka bertanya soal orang yang mengalir nanah dan darah dari mulut
mereka. Mengapa orang jahat itu mengganggu kita yang hanya menambah
beban hukuman saja? pertanyaan ini di jawab: orang jahat tersebut adalah
orang yang dahulu mendapati kata-kata buruk dan dia tidak menikmatinya.
(dalam riwayat hadits lain menyatakan, mereka dulunya makan daging
manusia dan berjalan sambil mengadu domba. Kemudian mereka menanyakan
tentang orang yang memakan daging tubuh mereka sendiri. Mengapa orang
jahat itu mengganggu kita yang hanya menambah beban hukuman saja?
pertanyaan ini dijawab: orang tersebut adalah orang yang dulunya makan
daging manusia (berbuat menggunjing atau ghibah). (HR. lbnu Abt Dunya,
Abu Nu'aim, Ath Thabrani Kabir dan lbnul Mubarak)
Dari keterangan dalil-dalil di atas, maka tampak jelas
keterangan-keterangan yang dapat kita ambil bahwa dari hal yang kecil
hanya karena tidak dapat menjaga diri dari kotoran atau percikan air
seni atau air kencing yang menempel pada tubuh, pakaian atau tempat kita
hal ini dapat berdampak pada tidak sahnya sholat, malapetaka yang besar
antara lain siksa siksa kubur serta siksa api neraka dan bahkan hanya
menjadi beban tambahan siksa bagi penghuni neraka lainnya.
Mari kita berhati-hati dengan air seni atau air kencing.
Ketahuilah mereka air seni dapat berperncar dan terpisah sehingga
percikannya dapat mengenai bagian tubuh, pakaian atau tempat yang kita
tinggali. Hendaknya kita selalu memohon ampunan, kesejahteraan dan
kemurahan dari Allah swt.
Wassalamualaikum Wr Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar